Categories
Iman Praktis What's New

Uang Selalu Bisa Membeli Segalanya?

Kebanyakan orang masih saja terobsesi untuk mendapatkan apa pun yang dapat dibeli dengan uang.

Daftar isi
Daftar IsiKenyataan Umum Yang Perlu Diwaspadai

Banyak orang mengeluhkan tentang sulitnya situasi ekonomi saat ini sehingga itu berpengaruh buruk pada hampir segala aspek kehidupannya, khususnya finansial. Bahkan, tidak sedikit orang terancam kehilangan pekerjaan, rumah, bahkan uang pensiun mereka. Ini bukan lagi sekedar gejala melainkan realitas. Ironisnya, kebanyakan orang masih saja terobsesi untuk mendapatkan apa pun yang dapat dibeli dengan uang. Pemikiran ‘alam-bawah-sadar’ pada seseorang menunjukkan kenyataan umum bahwa apa yang kurang penting menjadi penting. Apa yang tadinya bukanlah kebutuhan bisa menjadi kebutuhan. Kadang-kadang, ini tidak masuk akal tetapi fenoma ini benar-benar sedang terjadi. Lantas, apakah uang selalu bisa membeli segalanya?

Beberapa berpendapat bahwa sebagian besar dari mereka adalah korban promosi “beli dengan murah” dan selalu menjadi mangsa empuk para pengiklan, yang seolah-olah mengatakan, ”Ayo, beli! Anda harus punya rumah yang lebih bagus, mobil yang lebih keren, smartphone yang lebih canggih, pakaian yang bermerek! . . . Tidak punya uang? Tidak masalah. Kredit saja! Ajukan hari ini, uang cair hari ini!” Pada sebuah artikel penelitian yang berjudul “Merek Prestise Atau Merek Mewah? Penyelidikan Eksplorasi Tentang Persepsi Konsumen” menyatakan bahwa konsumen biasanya ditandai dengan perilaku yang umum yakni membeli produk bergengsi dengan mempertimbangkan citra diri mereka.

Sejauh ini, kita dapat menarik kesimpulan-sementara bahwa seringkali orang yang termakan promosi semacam itu hanya karena memikirkan gengsi, yang pada gilirannya nanti akan bisa membuat mereka terlilit hutang. Cepat atau lambat, mereka harus menerima kenyataan. Seorang pengarang buku yang bernama Keith Campbell menuliskan suatu pernyataan dalam bukunya yang berjudul “Epidemi Narsisme: Hidup di Zaman Hak/Tuntutan” bahwa ”Orang yang mengkredit barang-barang mewah karena gengsi bisa disamakan seperti orang yang mengisap sabu-sabu karena ingin lebih semangat. Awalnya itu terasa murah dan efektif, tetapi hanya sementara. Lama-lama, itu justru membuat bangkrut, melarat dan stres.” Pendapat inipun selaras dengan pendapat Michael Silverstein dan Neil Fiske dalam hasil surveinya yang berjudul “Kemewahan Berlimpah” yang diunggahnya di situs Harvard Business Review. Ia mengatakan bahwa “Konsumen selalu menyukai produk, tetapi saat mereka memiliki lebih banyak uang, kecenderungannya selalu disertai dengan keinginan yang lebih besar untuk memenuhi sisi emosional mereka.”

Daftar IsiKeinginan Yang Mudah Diarahkan

Perhatikanlah bagaimana rasul Yohanes mengajarkan suatu kebenaran. Sebagai peringatan terhadap semua yang ada di dunia, Yohanes menyampaikan pemikiran bahwa “Semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (1 Yoh. 2:16 ITB) Namun, di sini Yohanes tidak sedang mengutuk seluruh tatanan ciptaan (lih. Kej 1:31 – “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”). Sebaliknya, ia memberikan contoh (keinginan daging, dan semacamnya) yakni tentang apa yang harus diwaspadai oleh orang-percaya. Keinginan manusia adalah bagian dari ciptaan Tuhan dan oleh karena itu tidak secara inheren jahat (sifat yang melekat dan yang tidak dapat dipisahkan), tetapi mereka menjadi bengkok ketika tidak diarahkan oleh Tuhan dan kepada Tuhan.

Jelas, melalui surat 1 Yohanes 2:16, Alkitab menunjukkan bahwa orang yang ’memamerkan’ harta benda sebenarnya ia sedang melakukan hal yang sia-sia. Bahkan, orang yang terobsesi dengan harta benda biasanya justru lalai pada hal-hal terpenting dalam hidup; yaitu hal-hal yang tak bisa dibeli dengan uang.

Daftar IsiApakah Hal-hal Terpenting Yang Tak Bisa Dibeli Dengan Uang Itu?
  1. Kebersamaan Keluarga Itu Penting
    Aditya*, seorang remaja pelajar, bercerita tentang orang tuanya. Menurut dia, kedua orang tuanya terlalu mementingkan karier dan penghasilannya. ”Kami sebenarnya sudah punya semua, bahkan lebih dari cukup,” katanya, ”tetapi Papa dan Mama itu terlalu sibuk. Mereka jarang ada di rumah, seringnya pergi-pergi terus. Memang sih Papa dan Mama perginya untuk kerja, tetapi Mereka kan juga punya keluarga yang butuh diperhatikan!”

    *Nama-nama dalam artikel ini telah diubah.

    Renungkanlah: Apa yang sebenarnya lebih dibutuhkan keluarga Aditya? Karena kedua orang tuanya terlalu sibuk dan terlalu memikirkan materi, bagaimana jadinya hubungan mereka dengan putra mereka satu-satunya?

    Peringatan Alkitab:
    “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang . . . menyiksa dirinya sendiri dengan berbagai-bagai duka.”(1 Tim. 6:10)
    “Lebih baik sepiring sayur (pahit) dengan kasih dari pada lembu tambun (daging lezat) dengan kebencian.”(Ams. 15:17)

    Anjuran Alkitab: Kolose 3:18 berkata, “Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.”

    Prinsip Alkitabiah: Uang tidak akan bisa membeli kebersamaan keluarga. Itu hanya bisa didapat dengan menyediakan waktu untuk keluarga Saudara serta menyayangi dan memberikan perhatian kepada mereka.

  2. Masa Depan Itu Ada dan Terjamin
    Seorang Ayah berpendirian bahwa ia harus menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah-sekolah yang mahal dan bergengsi. Ia berpikir, “Teman-teman sekolah akan membawa pengaruh pada anak-anak Saya. Paling tidak, kalau anak-anak Saya nanti sudah dewasa, mereka bisa mendapatkan jaminan pekerjaan atau bisnis dengan teman-temannya itu. Bahkan, mereka juga mendapat jaminan untuk bisa menikah dengan orang-orang seperti teman-teman mereka di sekolah.” Intinya adalah apa yang ada di pikiran seorang Ayah ini hanyalah bagaimana agar masa depan anak-anaknya tetap terjamin.

    Renungkanlah: Saat memikirkan masa depan, kekhawatiran apa yang ada di benak Saudara? Sampai taraf mana kekhawatiran itu masih dianggap wajar? Bagaimana agar pandangan seorang Ayah tersebut tentang keuangan dan masa depan bisa lebih seimbang?

    Peringatan Alkitab:
    “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.”(Mat. 6:19 ITB)
    “Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.”(Yak. 4:14 ITB)

    Prinsip Alkitabiah: Meskipun seseorang menimbun harta, itu tidak akan benar-benar menjamin masa depannya. Harta sebanyak apapun bisa hilang dalam waktu sesaat; karena dicuri orang atau karena musibah. Dan yang pasti, melimpahnya harta yang Saudara miliki itu tidak akan pernah bisa menyembuhkan penyakit, menukarkannya dengan kebahagiaan atau bahkan menghindarkan Saudara dari kematian.

    Anjuran Alkitab:
    “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”(Yoh. 17:3 ITB)
    “Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.”(Pengk. 7:12 ITB)

    Prinsip Alkitabiah: Masa depan Saudara dan putra-putri Saudara dapat benar-benar terjamin kalau Saudara dan keluarga mengenal Allah dan memahami kehendak-Nya.

  3. Kepuasan Hidup
    “Saya dilahirkan dan dibesarkan di keluarga yang sederhana. Orang tua Saya selalu mengajari Saya untuk hidup sederhana,” kata Anita*, seorang gadis berusia 25 tahun. ”Meskipun keluarga Saya hidup pas-pasan, tetapi Saya memiliki masa kecil yang bahagia.”

    Renungkanlah: Dengan cara Saudara memandang uang, sikap macam apa yang akan Saudara wariskan kepada keluarga Saudara? Pikirkanlah kalimat ini: Mengapa ada orang yang merasa sulit untuk berpuas dengan kehidupan yang sederhana? Malah, terlalu mudah beranggapan dan mengeluhkan kondisi hidupnya yang tidak sebaik orang lain?

    Peringatan Alkitab:
    “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.”(1 Tim. 6:8 ITB)
    “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” — (Mat. 5:3 ITB)

    Anjuran Alkitab: Hidup Saudara itu bukan hanya soal uang atau hal-hal apa saja yang bisa dibeli dengan uang. Pikirkanlah apa yang Alkitab ajarkan, “Walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Luk. 12:15 ITB) Sekarang, cobalah untuk memperjelas pandangan Saudara dengan pemikiran yang masuk akal, bahwa kepuasan terbesar dalam hidup bisa Saudara dapatkan jika Saudara memiliki jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini: Mengapa Saudara hidup? Seperti apa kehidupan Saudara di masa depan? Bagaimana caranya agar Saudara bisa dekat dengan Allah?

    Prinsip Alkitabiah: Tuhan sanggup mendatangkan kekayaan. Namun, sejauh mana seseorang bisa melekatkan hatinya kepada Tuhan ketimbang kekayaan? Kekayaan bisa saja memberikan kepuasan hidup, tetapi itu semu. Kenyataannya, kepuasan hidup Saudara hanya dapat diperoleh dari asal-usul kekayaan itu, yakni Tuhan Sang Pemberi kekayaan, bukan pada kekayaan itu sendiri.
Daftar IsiPenutup

Sebagai penutup, mari kita pikirkan bersama beberapa pandangan umum berikut ini.

Inikah Kunci Kebahagiaan?
Keith Campbell, dalam bukunya yang sama, menuliskan, ”Orang yang mata duitan umumnya tidak bahagia dan lebih stres. Sekadar berkhayal punya banyak uang saja sudah bisa membuat orang mengalami gangguan mental; orang-orang seperti itu juga lebih sering menderita penyakit seperti radang tenggorokan, sakit pinggang, dan sakit kepala. Mereka juga lebih cenderung menyalahgunakan alkohol dan memakai narkoba. Mengejar kesuksesan finansial tampaknya malah membuat orang sengsara.”

Bergesernya Cara Pandang. **
Dr. Madeline Levine, dalam bukunya yang berjudul “Harga Sebuah Hak Istimewa”, mengatakan, ”Sewaktu para mahasiswa tahun 60-an dan awal 70-an ditanyai tentang tujuan mereka kuliah, kebanyakan menjawab bahwa mereka ingin ’menjadi orang yang terpelajar’ atau ’mencari tujuan hidup’. Hanya sedikit yang mengatakan bahwa mereka kuliah agar bisa ’punya banyak uang’. Namun, mulai tahun 90-an, sebagian besar mahasiswa mengatakan bahwa tujuan utama mereka kuliah adalah agar bisa ’punya banyak uang’ . . . Seiring dengan bergesernya cara pandang para mahasiswa ini, terjadi juga lonjakan angka depresi, bunuh diri, dan gangguan psikologis lainnya di kalangan mahasiswa.”

Memegang Kendali dengan Terapi Belanja.
Dalam bukunya yang sama, Dr. Madeline Levine menuliskan, ”terapi belanja” bisa memberi orang-orang kelegaan di kala mereka sedang kecewa terhadap keluarga, masyarakat, atau agama. ”Belanja adalah salah satu cara untuk membuat Anda merasa di atas angin,” kata Levine. ”Saat belanja, Andalah yang menentukan apa yang mau Anda beli, dan itu membuat Anda merasa punya kendali. Tetapi, perasaan seperti itu hanyalah ilusi . . . Yang memegang kendali sebenarnya adalah perusahaan-perusahaan besar serta para pengiklan, yang dibayar untuk meyakinkan pembeli (Anda) bahwa barang tertentu bisa membuat Anda merasa hebat.”

Image by flaart from Pixabay

4 replies on “Uang Selalu Bisa Membeli Segalanya?”

Thank you for sharing,, memang tidak bisa dipungkiri kita hdp butuh uang sbgai alat pembayaran utk apa yg kita butuhkan, tp hendaknya kita bijak dlm mengelolanya.
Orang bisa sangat marah ketika ga ada uang tp bisa menjadi sangat ramah dan bahagia saat banyak uang…😂
For the love of money is the root of all evils.

Ada pepatah lama:
Money can buy you medicine but it can’t buy you good health.
Money can buy you a house but it can’t buy you a happy home.
Money can buy you a date for the night but it can’t buy you true love. By Unknown.

Perlu uang sih dalam hidup ini, tapi alkitab berkata bersahabatlah dengan MENGGUNAKAN mammon. Seringkali kita lupa dengan kata menggunakan. Jadinya kita sibuk kejar mammon.
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya. Dan seringkali kesiapan kita untuk menerima dan mengelola itu yang jauh lebih penting. Mammon bisa jadi berkat atau kutuk tergantung dari kesiapan hati kita. Saat hati kita berpaut kepada Tuhan “sang pemberi berkat”, hal itu jadi berkat. MUYASEBE.

Prinsip dan konsep Alkibat harus menjadi ” LIFE STYLE ”
Kekita Tuhan Yesus ditanya tentang doa yg benar , Tuhan mengajarkan doa BAPA KAMI
kita dibawa dalam keadaan dan berada dalam Kerajaan Allah
Definisi KERAJAAN menurut Myles Muntoe :
Kerajaan adalah pengaruh Raja yg memerintah atas wilayahnya, yg memberi dampak kepadanya dg kehendak pribadinya, tujua, dan niatnya, dan menghasilkan budaya, nilai, moral, dan gaya hidup yg mencerminkan keinginan sang Raja dan sifat warga negaranya.

Dalam doa Bapa kami
Ada perintah dan janji Tuhan
Datanglah kerajaanMu
Jadilah kehendakMu
Di bumi seperti di Sorga
Jangan dibalik di Sorga seperti di bumi
Artinya :
Tuhan menginginkan kita menjadi raja2 di bumi yg diperintah Maha Raja di Sorga
Tentu kreteria yg Tuhan inginkan tatanan di bumi seperti di Sorga
Budaya : membudayakan belas kasihan
seperti Maha Raja
Nilai. : kebenaran, sucidan baik
Moral. : melibihi moral umum ( Taurat atau
aqidah islam )
Gaya hidup : memiliki dan pempraktekkan
pikiran dan oerasaan yg terdapat dlm Tuhan Yesus ( Filipi 2 )

Sekolah setinggi mungkin
Bekerja segiat mungin
Income sebanyak mungkin
Seperti raja yg berpengaruhsehingga bisa menentukan ( decision maker) dalam bidang
1. Keluarga
2. Pendidikan
3. Agama (Pengikut Kristus)
4. Pemerintah
5. Bisnis
6. Media
7. Seni dan hiburan.
Ketika umat Kristen / Gereja
Memiliki pengaruh kita menjadi labor/ employee Tuhan sebagai maneger2 yg handal, cakap , berintegritas tinggi
Sehingga menggenapi Firman Tuhan :
Penuhilah bumi dan taklukkan
Agar kebijaksanaan umat Kristen di takuti Iblis atau dunia ( krn iblis sdg menguasai dunia) dlm Wahyu dia dg geram utk menyeret org2 pilihan Tuhan
Maka ketika kita menjadi raja utk Tuhan kita mampu menentukan apa saja seperti raja
Kita sukses, kaya, berkuasa dalam dunia tapi tdk seperti dunia ( Roma 12 : 1-2 ).
Ingat kita tdk jadi owner sebaliknya hanya seorang manager : segala yg kita lakukan krn oleh Dia, bagi Dia, utk Dia.
Jadi gunakan Mamon utk kemuliaan Tuhan
Jgn alergi dg uang !!!!!!!….???????
Krn ketika kita banyak sekali uang justru kita bisa berbuat apa saja dalam track Firman Tuhan dan sebelum melakulan dan memutuskan utk apa ? Selalu melibatkan Tuhan didalamnya ( Yakubus mengajarkan dlm perikop : jangan lupa sertakan Tuhan dalam perencanaan )
Kalau kita yg menjadi manager masalah uang
Tentu kita yg memerintah dan menggunakan uang dg tepat guna
Tanpa mengabaikan keluarga
Contoh :
Ada seorang istri yg carrier study dan income money melebihi suaminya
Kalau istri yg takut kepada Tuhan tahu rule game nya tentu tetap tunduk kpd suami
Ayo suami2 tersenyum lebar…..saya bela dlm Tuhan.
Sebaliknya yg suami jgn merasa gagah, genteng dan berkuasa lalu istri dan anak di injak tdk diperdulikan krn di luar rumah ada si wewe gombel : kalian bukan raja hai suami tapi anak buah penguasa dunia ini dan sdg diseret oleh si naga tua sang pendusta ( satan alias iblis )
Mari perhatikan keluargumu seperti Kristus terhadap jemaatNya.
My Bro my Sis

Berikanlah hari ini makanan kami yg secukupnya
Jgn nerimo ing pandum dlm felosofi Jawa tanpa usaha keras
Kenapa Tuhan tdk mengajarkan beri makanan kami 1 minggu? 1 bulan, 1 tahun atau 1 umur manusia ?…..kenapa…..?
Agar kita datang selalu tiap hari kpd Tuhan sehingga Tuhan senang dilibatkan dalam hidup kita tiap hari
Cukup : melebihi dari lebih ??????
Artinya utk kita cukup utk memberi makan kpd org lain juga cukup lebih dari kaya
Dalam Injil Matius akhir zaman
Enyahlah dari hapadanku hai kamu yg jahat krn Aku tdk mengenal kamu !!!!!
Kenal = ginosko = menikmati
Kalau kamu sdh melakukan terhadap saudaraKu yg paling hina sdh melakukan utk Aku.

Ampuni kesalahan kami :
70 x 7 = 490 x
Artinya tanpa diminta memaafkan kita sdh punya modal perbendaraan maaf di dlm storage hati kita = jadi irg yg murah hati memberi maaf.
Kalau ada yg hitang kpd kita jangalah di kuyo2 = dianiaya
Menghindari = akar segala kejahatan orgbyg cinta uang = aliran nabi palsu Beliam.
Tapi kalau kita yg berhutang bertanggung jawab meminta maaf dan pasti mengembalikan dg tulus dan berterima kasih kpd org yg sdh menolongnya.

Janganlah membawa kami dlm pencobaan dan lepaskanlan kami dati yg jahah
Cobaan org yg kaya itu sangat riskan.
Bisa menganggap uang adalah segalanya
Jgn hanya mendapatkan berkat, tapi sumber berkat = Tuhan sendirilah segalanya
Ketika kita kekurangan kita tdk akan bersungut2
Berbahagialah org yg miskin karena Tuhan
Karena ketika segalanya itu milik Tuhan kita ini si miskin yg beruntung krn akan melihat KeRajaan Allah, memiliki sorga.
Kita tdk menjadi serakah mencari berkat dg asal saja = mencuri, menipu dan akal2an.

Lepaslanlah dari yg jahat : adalah org2
1. Membenci saudaranya
2. Mementingkan diri sendiri
3. Cinta uang
4. Menginginkan milik org lain
Dll.

Mari come on……
Mendatangkan kerajaan Allah di bumi san mewujudkan siap jadi laskar2 Kristus berjuang, berperang, merebut kembali seperti Tuhan Yesus yg sdh mengembalikan Adam yg jatuh krn tipu daya iblis.
Sdh selesai karyaNya di atas kayu Salib telah mengemalikan rancangan semula BapaNya
Menjadi Citra Allah atau gambar (Amage) = Emage Dei
Selamat sukses ya Gustiku Yesus yg lolos dari cobaan di padang gurun stlh berpuasa 40 hari

1. Jangan menyembah iblis si pendusta luar
tua.
2. Jangan focus hanya krn roti ( sifat yg
jasmani saja. Tapi Firman Tuhan yg keluar
dari mulut Allah.
3. Jgn betah tinngal di dunia dg
kemegahannya…. ingat pulang rumah yg
sdh disedikan Tuhan
# Keman Aku pergi engkau tahu jalannya. Aku pergi ke Rumah Bapa utk menyediakan tempat bagimu
Ayo ramai2 booking kaplingan milik Developer / PT ( Perumahan Tuhan ) B2LB
( Bumi Baru Langit Baru).
Address : Jalan Kebenaran
Jalan Hidup
Dijamin tdk kena gusur org
pemerintah dunia…..dijamin Kekal.
May became blessing for you all
Gbu.

Shallom, memang kondisi saat sekarang ini dengan adanya pandemi covid 19. Semakin menambah kekuatiran banyak orang, bahkan banyak orang yg bnting stir, ada pula yg menghalakan segala cara demi memenuhi kebutuhan hidupnya… Jika kita tidak berpaut dan melekat pd Tuhan Yesus, kita akan bisa lebih dalam terperosok akan kebutuhan duniawi, dan mengesampingkan ajaran Tuhan…kita harus belajar dan minta untuk Tuhan mampukan spy kita bisa taat dan setia pd Firman Nya, karena tanpa Tuhan kita tdk akan bisa apa apa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *