Categories
Iman Praktis What's New

Bahaya Takhayul

Begitu banyak macam praktik takhayul di dunia ini, mulai dari hal sepele – seperti: tidak boleh berjalan di bawah tangga – hingga okultisme seperti astrologi, ilmu hitam, ramalan, voodoo dan ilmu sihir.

Alkitab memberikan peringatan bagi orang-percaya terhadap bahaya takhayul termasuk praktik-praktik semacamnya. Surat 1 Timotius 4:6-7 mengatakan, “Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini. Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah.” Takhayul dilandaskan pada pemikiran yang degil dan “iman” yang bebal terhadap obyek yang diyakini memiliki kekuatan magis.

Seorang pengusaha memerintahkan kepada para manajernya untuk mengubah posisi engsel pintu kantor mereka dari posisi sebelah kiri dipindah ke posisi sebelah kanan. Itu harus dilakukan setiap kali ada karyawan perusahaannya yang meninggal dunia. Ada juga peristiwa lainnya, di mana seorang jurnalis tidak mau naik pesawat selama satu tahun karena seorang peramal telah memberitahukan bahwa ia akan tewas dalam kecelakaan pesawat. Orang dari segala lapisan masyarakat, termasuk politikus, pengusaha, aktor, olahragawan, dan mahasiswa, mempraktikkan berbagai bentuk takhayul.
Ada begitu banyak macam praktik-praktik takhayul di dunia ini, mulai dari hal sepele – seperti halnya: tidak boleh berjalan di bawah tangga – hingga praktik-praktik okultisme seperti astrologi, ilmu hitam, ramalan, voodoo dan ilmu sihir. Itu sebabnya, kata yang sepadan untuk takhayul adalah “penyembahan berhala” dan bahkan sangat memuakkan bagi Tuhan (Ulangan 18:10-12).
Pada umumnya, orang-orang ketika mengalami ketidakpastian, kekuatiran, atau stres, mereka merasa bahwa praktik-praktik demikian melindungi mereka terhadap bahaya atau membantu mereka mencapai tujuan.

Takhayul dilandaskan pada “pemikiran” yang degil dan “iman” yang bebal terhadap obyek yang diyakini memiliki kekuatan magis.

Alkitab menyatakan bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi secara kebetulan, karena tidak ada hal yang terjadi di luar kendali Allah yang berdaulat. Allah sendiri yang menyebabkan atau mengijinkan segala sesuatu terjadi, sesuai dengan rencana ilahi-Nya (Kis. 4:28; Efe. 1:10).

“Untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.”

Kisah Para Rasul 4:28

“Sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.”

Efesus 1:10

Sejarah bangsa Israel Kuno menjadi pengalaman memalukan bagi mereka dan menjijikkan bagi Tuhan. Pada zaman nabi Yesaya, mereka percaya bahwa panenan yang baik bergantung pada bagaimana mereka menyenangkan ”allah Keberuntungan”​ — kepercayaan takhayul yang mengakibatkan berbagai konsekuensi buruk. Mereka kehilangan perkenanan dan berkat Tuhan (Yesaya 65:11, 12).

“Tetapi kamu yang telah meninggalkan TUHAN, yang telah melupakan gunung-Ku yang kudus, yang menyajikan hidangan bagi dewa Gad, dan yang menyuguhkan anggur bercampur rempah bagi dewa Meni: Aku akan menentukan kamu bagi pedang, dan kamu sekalian akan menekuk lutut untuk dibantai! Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku.”

Yesaya 65:11-12

Masih banyak contoh bahaya takhayul dan praktik-praktik di dalamnya di era moderen ini, dan Alkitab jelas mengutuknya. Misalnya, astrologi (Ul. 4:19). Tenung, ramalan, dan ilmu sihir (2 Raj. 21:6, Yes. 2:6). Praktik terlarang, yakni penyembahan berhala, dan jelas orang yang melakukan hal-hal tersebut tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah (Why. 21:27). Jenis praktik-praktik semacam ini sangat berbahaya karena mereka membuka pikiran para pelakunya terhadap pengaruh iblis.

1 Petrus 5:8 (AYT) memperingatkan orang-percaya untuk “waspada (lah) dan berjaga-jaga (lah)! Musuhmu, si Iblis, berjalan mondar-mandir seperti singa yang mengaum, mencari mangsa untuk ditelannya.”

Takhayul dan segala jenis praktik di dalamnya ini sangat berbahaya, karena itu semua membuka pikiran para pelakunya terhadap pengaruh iblis.

Ada tak terhitung banyaknya praktik takhayul, dan kesemuanya itu memiliki satu persamaan​ — yaitu: tidak ada penjelasan yang logis.

Alkitab pernah mempertanyakan, ”Apakah ada persamaan antara terang dengan kegelapan? … apakah ada keselarasan antara Kristus dan Belial [Setan]?” (2 Korintus 6:14-16).
Jadi, orang Kristen sejati harus menjauhi takhayul.

Orang Kristen yang melepaskan dirinya dari praktik-praktik (bahaya) takhayul, mereka adalah orang yang tidak terikat dan bebas. “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh. 8:32)

Iman seharusnya tidak bersumber dari benda atau ritual buatan manusia, tetapi dari TUHAN Allah sejati yang memberikan hidup yang kekal. “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa”. (Kol 2:8-10)

5 replies on “Bahaya Takhayul”

Ada banyak orang tak terasa bahwa dirinya melakukan praktek takhayul, karena tidak tahu yang disebut takhayul. Penjelasan di atas menolong kita agar lebih waspada terhadap takhayul.

Puji Tuhan, semakin menambah wawasan kami tentang penyembahan berhala, memotifasi kami untuk segera mengingatkan sdr sdr kami yg masih melakukan hal tsb baik yg dengan sadar/ketidakmengertian…TYM

Baru baca sekarang ?terima kasih sudah mengingatkan utk tdk percaya takhayul dan ttp perpegang pd Firman Nya,, Tuhan memberkati kita semua

Menjadi ironis dan berbahaya ketika gereja (organisasi) memasukkan praktik tahayul khususnya dengan ritual buatan manusia menggunakan benda2 tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *